Atasi Demam Panggung

atasi demam panggung
atasi demam panggung

Assalamu'alaikum  warahmatullohi wabarakaatuh.
Kaifa khaluk, Kak? Kak, ini aku Mar’ah. Aku mau curhat. Begini Kak, aku tuh tipe orang yang minderan (demam panggung). Kalau disuruh ngomong di depan umum  itu sulit untuk mengungkapkan, padahal waktu sendiri, sudah merancang kata-kata sebagus mungkin. Eh..... pas di depan publik hilang semua kata-kata itu. Aku jadi nggak berani / kurang PD. Aku mau tanya,  bagaimana ya Kak biar jadi orang yang percaya diri dan nggak demam panggung atau minderan.Sekian ya Kak, tolong jawabannya. Syukron.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Mar’ah via email

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh
Demam panggung adalah istilah yang dikenal ketika seseorang merasa takut atau malu berbicara di depan umum. Umumnya ditandai dengan respon fisik berupa tangan berkeringat, detak jantung yang begitu cepat,  suara tersendat, nafas yang pendek, wajah merah merona, tangan kaki gemetaran,dll. Demam panggung dapat menimpa siapa saja, baik yang sudah berpengalaman tampil maupun pemula. Menghindar dari  berbicara dengan banyak orang bukanlah sebuah solusi. Akan tetapi yang harus kita lakukan  adalah melatih diri supaya dapat mengontrol perasaan takut saat tampil/berbicara di depan umum.
Berikut tips dari kakak:
- Berdoa mohon kemudahan
Awalilah dengan berdoa agar diberi kemudahan. Dengan berdoa dan berserah kepada Allah akan memberikan ketenangan dalam jiwa sehingga memberi efek positif saat akan tampil.
- Tak  harus  tampil sempurna
Pada saat awal tampil, yakinkan dalam diri bahwa kita tak harus tampil sempurna. Keyakinan harus tampil sempurna dan harus sukses akan memberikan beban pikiran saat tampil sehingga saat sedikit saja melakukan kesalahan akan menimbulkan  perasaan gagal, yang seharusnya tak boleh terjadi. Karena itu, maafkan diri bila masih membuat

banyak kesalahan. Ingat, pembicara professional pun masih dapat membuat kesalahan meski jam terbangnya sudah tinggi. Lihat dan pelajarilah bagaimana pembicara  atau presenter profesional saat mereka mengatasi kesalahan yang mereka lakukan. Yang perlu ditanamkan adalah tampil terbaik saat itu sesuai kadar kemampuan diri dan bertekad meningkatkan performance di masa mendatang.
- Buang pikiran negatif
Pikiran negatif yang kita pikirkan seringkali akan terbentuk menjadi perilaku. Oleh karena itu buanglah pikiran negatif seperti; aku nanti pasti gagal, aku pasti gemeteran, aku pasti kehilangan kata-kata, semua orang pasti menertawakanku,dst. Sebaliknya, penuhi pikiran dengan kata –kata positif (positive affirmation) seperti, “ Aku tenang, aku rileks, aku bisa melakukannya, aku dapat mengendalikan tangan dan kakiku, aku menikmati berbicara di depan umum, berbicara di depan umum itu menantang dan mengasyikan, semua akan baik-baik saja dst…”. Lakukan afirmasi ini juga saat sedang tampil.
- Persiapkan materi dengan baik
Pelajari materi hingga benar-benar paham dan menguasai di luar kepala. Bedakan antara menghafal materi dengan memahami materi. Memahami materi secara otomatis akan membuat hafal garis besar materi sehingga dapat meramunya menjadi kata-kata yang tepat saat tampil. Persiapkan catatan materi dalam bentuk poin-poin dan sub poin agar dapat dikembangkan sendiri saat tampil. Tak ada salahnya menengok contekan poin-poin tersebut saat tampil, toh banyak pembicara professional yang masih menggunakan catatan poin-poin untuk mengingatkan mereka agar tidak keluar alur. Hindari menghafal seluruh materi dalam kalimat runtut. Banyak kegagalan pembicara publik disebabkan karena ini. Sedikit saja hafalan yang terlupa maka  hilanglah semua kata-kata yang sudah disusun.
- Perbanyak latihan dan visualisasi
Berbicara di depan umum adalah suatu keterampilan yang dapat dipelajari dengan banyak latihan. Lakukan latihan berbicara di depan cermin sebanyak-banyaknya. Kemudian tingkatkan dengan berlatih di depan beberapa anggota keluarga/ teman terdekat. Jika mampu mengatasi demam panggung terhadap mereka maka yakinlah kita dapat mengatasinya terhadap kelompok yang lebih besar. Kemudian, lakukanlah visualisasi dengan cara duduk santai dan rileks, tutup mata, kendurkan semua otot, atur nafas hingga sangat tenang, kemudian bayangkan kita berbicara di depan umum(berawal dari kelompok kecil dulu). Rasakan sensasinya saat menyampaikan materi yang kita kuasai dengan percaya diri, dapat menguasai diri, lancar berkata-kata hingga akhir dan  penonton tampak antusias serta kagum dengan penyampaianmu. Penuhi dadamu dengan sensasi rasa puas dan bangga dapat menyelesaikannya dengan sangat baik dari pengalaman pikiran ini. Masukkan ini dalam memorimu lalu ulangi untuk kelompok yang lebih besar lagi demikian seterusnya hingga kamu benar-benar dapat menguasai berbagai audience dan menikmati sensasi berbicara di depan umum. Tujuan  visualisasi adalah menanamkan perilaku ini dalam pikiran bawah sadar (otak) kita. Otak akan bekerja seolah-olah kita sering melakukannya sehingga saat tampil yang sebenarnya seperti telah menjadi kebiasaan.
-Lakukan terapi respon cepat
Salah satu terapi cepat yang dapat Kakak bagikan adalah terapi respon cepat dengan melakukan ketukan dengan jari pada titik tubuh yang berhubungan dengan emosi yang ingin  kita hilangkan. Saat hendak tampil  dan demam panggung masih  tak terkendali Lakukanlah ketukan dengan jari telunjuk pada tulang tepat di bawah bola mata hitam (kanan atau kiri) sebanyak mungkin hingga demam panggung mereda..
-Tampillah dengan senyum dan keyakinan memberi yang terbaik.
 Tersenyum akan memberikan efek kepada penonton untuk memberikan senyuman balik kepada kita sehingga akan memberi efek nyaman pada diri kita sendiri karena timbulnya perasaan ‘diterima’ oleh audience. Akibatnya kita pun menjadi lebih percaya diri dan lebih siap tampil.
Demikian ya Mar’ah semoga dapat membantu…

Edisi Terbaru