Menasehati, Malah Dicaci

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, ana seorang santri ,seringkali melihat kemaksiatan ,namun ketika ana menasihati malah ana dicaci dan dijauhi,tolong berikan ana bimbingan ,syukran ,barakallahu fiikum. (Abdurrahman Rafi PPAl Madinah)

Jawaban:

Waalaikaumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Apa yang dilakukan oleh akhi adalah hal yang diperintahkan oleh Syariat Islam. Rasulullah n bersabda,
Dari Abu Sa’id Al Khudri #v dia berkata,“Aku mendengar Rasulullah #n bersabda,

مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’” (Riwayat Muslim)

Dari hadits di atas jelas akhi telah mengamalkan bentuk mengingkari kemungkaran dengan lisan akhi yaitu dengan

Read more ...

Meniatkan Qurban Untuk Bapak...

Pertanyaan:
Assalamualaikum. Ustadz mohon penjelasan tentang hukum meniatkan kurban secara khusus atas bapak atau nama orang tua yang sudah meninggal, apakah hal ini diperbolehkan? Karena ini biasa terjadi di tempat kami.Kemudian dikatakan bahwa apabila seseorang melakukan ibadah haji, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah, apakah ini maksudnya semua dosa, baik dosa besarmaupun kecil?

Hamba Allah di Malang

 

Jawaban:

Alhamdulillah, washalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du. Di antara kesalahan dan keliruan yang terjadi di sebagian kaum muslimin  adalah sengaja menjadikan (niat) qurban untuk mayit (orang yang telah tiada) , baik itu ayah, ibu, saudara dan lainnya. Ini merupakan kekeliruan karena asal perintah  qurban adalah bagi yang masih hidup bukan orang yang sudah

Read more ...

Edisi Terbaru